It’s A Plant Time Vol. 3 Food Loss and Food Waste

-Food Loss and Food Waste-

Dewasa ini banyak orang peduli terhadap isu lingkungan yaitu ​Food Loss and Food Waste. Kedua istilah ini merupakan hal berbeda tetapi jika keduanya dapat dikurangi dan diatasi maka akan mencapai 2 poin ​SDGs yaitu poin 2 ​Zero Hunger dan poin 12 ​Responsible Consumption and Production. Nah, terus apa bedanya ​Food Loss dan Food Waste ​ ???

Menurut FAO (Food and Agricultural Organization), ​Food Loss ​ lebih ke hilangnya pangan antara rantai pasok produsen dan pasar. ​Food Loss (kehilangan pangan) ini dapat diakibatkan oleh proses pra-panen yang tidak sesuai dengan mutu permintaan pasar karena permasalahan dalam penyimpanan, packaging , penanganan dari pangan tersebut sehingga produsen memutuskan untuk membuang pangan yang ditolak pasar. ​Food loss tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang, di negara maju angka food loss ini juga cukup tinggi meskipun tidak sebesar yang terjadi di negara berkembang. Pada negara ​Food Loss terjadi karena tingginya produksi pangan yang tidak diimbangi dengan teknologi yang memadai sehingga pangan rusak sebelum sampai ke konsumen.

Sedangkan ​Food Waste ​ lebih mengacu pada makanan yang dibuang padahal makanan (produk olahan pangan) tersebut masih aman dan bergizi untuk dikonsumsi. Biasanya makanan tersebut dibuang karena mendekati masa kadaluarsa atau bahkan tanpa alasan (bisa dibilang hanya konsumtif saat membeli namun tidak mengonsumsi).

-Case Study-

Di Indonesia, kasus ​Food Loss ​ banyak terjadi contohnya Petani buah naga di Banyuwangi lebih memilih membuang 10 keranjang buah naga yang masih segar daripada mengolah atau memanfaatkannya dengan cara lain karena kualitasnya tidak sesuai seperti yang tengkulak (pasar) inginkan. Minimnya pengetahuan petani akan hal ini menjadi penyebab utama ​Food Loss ​ terutama pada negara berkembang. Bagaimana dengan ​Food Waste di Indonesia ?? Sama halnya dengan ​Food Loss, ​ Indonesia merupakan salah satu pelaku ​Food Waste dunia (Weni, 2019), padahal masih banyak kasus kelaparan. Sekitar 300 kg bahan pangan dan makanan terbuang yang sebenarnya apabila didistribusikan dengan benar dapat mengatasi kelaparan.

-Solusi-

Food Bank ​ , suatu ide cemerlang yang dapat mengurangi dan mengatasi ​Food Waste. Prinsip Food Bank yaitu ” siapapun boleh menyimpan dan siapapun boleh mengambil”. Jadi​Food Bank ini adalah tempat dimana “sisa” makanan dan produk makanan (masih aman dan bergizi untuk dikonsumsi) disimpan dalam suatu ruangan bersih (seperti minimarket) dalam jangka waktu tertentu kemudian siapapun yang membutuhkan boleh mengambilnya. Agriculture Zero Waste, ​ merupakan sistem pertanian yang sudah umum dilakukan sedikit petani di Indonesia. Prinsipnya kegiatan pertanian dilakukan tanpa menyisakan limbah pertanian. Ini adalah salah satu upaya pencegahan dari ​Food Loss ​ . Dimana semua limbah organik pertanian dapat dimanfaatkan, misalnya bagian tanaman (sayuran) yang tidak terpakai diolah menjadi pupuk atau pestisida nabati dan juga sayuran atau buah yang “reject” tetapi masih segar bisa diolah menjadi salad atau campuran puding.

And now, are you ready Food Wariors ??

Let’s eat and let’s complete hunger !!

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *